Tarif tol Trans Jawa yang mahal banyak dikeluhkan oleh para sopir truk. Salah satunya adalah sopir asal Kendal, Jawa Tengah, Hasanudin (43 tahun).
Dia mengaku mendapatkan ongkos (uang bensin, makan dan sebagainya) Rp 3,6 juta untuk rute Semarang-Jakarta. Kalau Hasanudin memilih jalur Pantura maka dia akan membawa keuntungan Rp 400 ribu.
Namun, jika Hasanudin memilih jalan tol Trans Jawa, dia tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Hal ini dikarenakan biaya tol yang mahal.
“Itu lewat pantura sisa segitu (Rp 400 ribu). Kalau lewat tol, uangnya tidak bersisa. Mau makan apa keluarga kami,” kata Hasanudin, seperti yang dilansir di cnbcindonesia.com (13/02/19).
Jusuf Kalla bersuara
kumparan.com (Jusuf Kalla)
Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) menanggapi keluhan sopir truk terkait mahalnya biaya tol Trans Jawa. Dia menyarankan para sopir itu untuk melewati jalan biasa.
“Sama karena investasinya terlalu mahal. Tapi kalau itu jangka jauh. Ini jangka pendek lah. Kan ada tripnya. Kalau tidak mau merasa mahal, (lewat) jalan biasa saja,” kata JK, seperti yang dilansir di detik.com (13/02/19).
kumparan.com (Jusuf Kalla)
JK kembali menekankan agar sopir truk melewati jalan biasa jika merasa kemahalan. Dengan adanya tol, kata JK, jalan biasa pun tetap dibuka. Jadi sopir truk atau pengendara lainnya berhak memilih fasilitas jalan biasa atau tol.
“Kalau Anda merasa mahal ya lewat jalan biasa. Pantura kan tidak ditutup kan tetap jala. Jadi kalau memang merasa mahal ya kembali ke jalan biasa,” imbuh JK, seperti yang dilansir di detik.com (13/03/19).
Bagaimana pendapat Anda? Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.
sumber : https://buc.kim/d/2QPBObh4zIoy

