Kelompok kriminal Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait motif dibalik aksi penembakan terhadap aparat yang tengah melakukan pengamanan di Bandara Kenyam, Kabupeten Nduga, Papua beberapa saat lalu. Insiden ini telah menewaskan seorang anggota TNI akibat luka tembak di bagian perut dan seorang lainnya luka-luka.
Juru bicara OPM, Sebby Sambom menyatakan bahwa pihaknya telah terlebih dahulu mengirimkan mata-mata di Bandara Kenyam, sebelum insiden penyerangan terhadap aparat terjadi untuk mengincar informasi 'sensitif' terkait kekuatan TNI. Dari penyusupan mata-mata tersebut, foto-foto bongkar muat peralatan TNI akhirnya sampai ke tangan OPM yang kemudian menyimpulkan bahwa TNI telah membawa 'alat perang canggih' untuk melawan mereka.
'Alat perang canggih' yang diduga milik TNI (sumber: http://news.rakyatku.com)
Menurut informasi dari mata-mata OPM, 'alat perang canggih' milik TNI diangkut menggunakan dua helikopter yang terpantau dua kali pulang pergi pada jalur yang sama. Alat canggih ini menurut OPM akan digunakan oleh TNI untuk melakukan penyisiran terhadap rakyat Nduga setelah terjadinya insiden penembakan oleh OPM terhadap pekerja jalan trans Papua beberapa saat lalu.
Sebby menuturkan bahwa kehadiran 'senjata canggih' milik TNI inilah yang telah mendorong OPM melakukan penyerangan terhadap aparat. Meskipun begitu, kelompok kriminal satu ini tak mampu memberikan keterangan lebih lanjut perihal jenis dan tipe 'alat perang canggih' yang menurut mereka telah di drop TNI tersebut. OPM nampaknya hanya mencari-cari alasan sebagai pembenaran terhadap aksi kriminal yang telah mereka lakukan.
Juru bicara OPM, Sebby Sambom (sumber: http://news.rakyatku.com)
Dunia internasional juga harus jeli menilai situasi sebenarnya yang tengah terjadi di Papua. Jangan hanya gara-gara petisi yang diklaim mencapai 1.8 juta tanda tangan, penilaian dunia internasional terhadap status wilayah Papua berubah. Indonesia harus bertindak cepat dan tegas, menghantam OPM lewat kekuata diplomasi ataupun kekuatan bersenjata! kamu setuju?
Sumber:
news.rakyatku.com/read/137713/2019/01/30/sebelum-penembakan-mata-mata-opm-jepret-helikopter-polisi
www.reuters.com/article/us-indonesia-papua-un-idUSKCN1PL0K7