Diceritakan. Selain memiliki hotel, Arman juga membangun satu restoran dan menjual paket murah. Jadi bisa dibilang Arman termasuk salah seorang pebisnis sukses di daerahnya.
Pada tahun ke-2 dalam menjalankan bisnisnya, entah darimana datangnya, setiap hari hotel Arman didatangi seorang gelandangan dan berkeliling di depan hotelnya. Banyak pemilik toko di sebelah hotelnya mengatakan gelandangan itu bau, kotor, dan bisa jadi sumber kesialan buat bisnis mereka, jadi mereka kurang mau mendekatinya.
Setiap hari restoran Arman pasti menyisakan makanan, jadi setiap restorannya sudah tutup dan semua pekerja sudah pulang, Arman lalu memberikan sisa makanan yang dibungkus jadi paketan untuk sang gelandangan itu makan.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya gelandangan itu jadi terbiasa untuk datang mengambil makanan. Meskipun Arman tidak tahu di mana gelandangan itu tidur, tetapi setiap hari saat waktu makan, gelandangan itu pasti datang berdiri bersiap-siap menerima makanan dari Arman.
Sampai satu hari, entah kenapa gelandangan itu seperti menghilang. Sejak itu pula Arman tidak pernah lagi bertemu dengannya. Mungkin ia sudah pindah ke tempat lain, ke kota yang lebih jauh, pikir Arman.
Sampai suatu hari, saat Arman lagi bersiap-siap, ia kemudian melihat sebuah mobil baru berhenti di depan restorannya. Namun Arman menganggap biasa saja karena mungkin saja itu mobil tamu yang datang.
Tidak lama kemudian, dari dalam mobil turun 2 orang tak dikenal berjalan menuju ke arah Arman. Mereka mendekati Arman lalu bertanya, "Numpang tanya, Pak David?"
Referensi pihak ketiga
Arman pun dengan jujur menjawab semua pertanyaan orang itu sampai akhirnya mereka tiba-tiba berlutut memberi hormat. Ternyata, anak muda dalam mobil ini adalah anak dari gelandangan yang selalu ia beri makan. Ayahnnya menghilang dari rumah 10 tahun yang lalu karena penyakit yang dideritanya.
10 tahun mereka mencari ayahnya namun hasilnya nihil. Sampai pada akhirnya ayah anak muda itu kembali dan mereka pun segera mengantarkannya ke rumah sakit.
Saat ayahnya sadar, kata pertama yang terucap dari mulutnya adalah dia ingin menemui orang yang baik hati itu dan orang itu ternyata adalah Arman. Sampai di rumah sakit, Arman melihat ayah anak muda itu sudah dikelilingi keluarganya dan tampaknya ia sudah sehat.
Setelah ngobrol lama, mereka lalu memberikan Arman sebuah amplop yang berisikan uang yang cukup banyak sebagai bentuk balas budi. Tidak hanya itu, bahkan mobil baru yang mengkilap di depan hotelnya tadi mereka hadiahkan untuk Arman.
Namun Arman menolak, tetapi ayah anak muda itu berlutut di depan meminta Arman untuk menerimanya.
Semenjak saat itu, setiap tahunnya ayah anak ini akan datang makan di restoran Arman. Mereka ngobrol dan makan makanan paket yang khusus dibuatkan untuk mereka. Jika waktu itu Armab tidak membantunya, mungkin ayah ini sudah meninggal karena kelaparan.
Sahabat. Satu kebaikan kita, jika tidak minta pamrih, percayalah "hadiah" yang lebih besar sedang menanti di depan kita.
Referensi pihak ketiga
Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.
Sumber: cerpen.co.id

