Kabar bebasnya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) santer terdengar belakangan ini. Ahok dikabarkan akan menghirup udara bebas tanggal 24 Januari 2019.
Besamaan dengan itu, berbagai spekulasi mulai berkembang tentang apa yang akan dilakukan oleh Ahok pasca bebas dari penjara. Banyak kalangan bertanya-tanya apakah Ahok akan kembali ke kancah politik atau akan menekuni bidang lain.
Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang diketahui sebagai pihak yang melaporkan dan menuntut agar Ahok diadili juga ikut angkat bicara merespon bebasnya Ahok. Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin, seperti dilansir detiknews.com (23/01/19) berharap setelah bebas Ahok tidak mengulangi perbutannya.
Novel Bamukmin (Sumber : http://cdn2.tstatic.net/tribunnews)
Lebih lanjut Novel juga menyarankan agar Ahok sebaiknya tidak kembali ke kancah politik. Ia menyarankan agar Ahok lebih baik menekuni bisnis dari pada masuk kembali ke politik.
"Adapun saya dengar Ahok masuk ke parpol itu hak Ahok mau berpolitik atau tidak. Menurut saya lebih baik tidak masuk ke politik. Lebih baik menerjuni dunia bisnis," ucap Novel, dikutip dari detiknews.com (23/1).
Meskipun begitu, jika Ahok tetap berniat untuk kembali berkarir di dunia politik ia menyarankan agar Ahok melakukan hijrah politik dengan bergabung ke partai koalisi keumatan. Ia menyebut bahwa partai-partai dikoalisi keumatan siap menampung Ahok tanpa syarat.
"Saya rasa untuk bergabung tidak ada syarat, kita terbuka. Kalau memang Ahok mau hijrah politiknya, kita akan terima. Dan wajib umat Islam menyambut dari hijrahnya Ahok," ucap Novel, dikutip dari detiknews.com (23/1).
Sumber : https://merahputih.com
Tawaran agar Ahok bergabung ke koalisi partai keumatan cukup mengejutkan, mengingat tawaran ini datang dari PA 212. Pasalnya diketahui sebelumnya PA 212 merupakan kelompok yang getol menuntut agar Ahok diadili atas kasus penistaan agama melalui beberapa kali aksi.
Mungkinkah tawaran ini menjadi pertanda bahwa PA 212 sudah memaafkan apa yang dilakukan oleh Ahok. Entahlah, politik terlalu dinamis atau memang tidak ada musuh abadi dalam politik.
Bagaimana menurut anda?
Sumber :
Https: //news.detik.com/berita/4396219/pesan-hijrah-politik-pa-212-ke-ahok-jelang-bebas

