Tanggal 1 Desember dianggap keramat oleh beberapa pihak, terutama bagi mereka yang mendukung Papua merdeka. Di beberapa tempat seperti di Surabaya misalnya, tanggal 1 Desember lalu telah diwarnai oleh aksi demo dari aliansi mahasiswa Papua (AMP) yang secara lantang mendukung kemerdekaan Papua dan menuntut pemerintah Indonesia agar memberikan hak bagi Papua untuk menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokrasi.
Aksi ini tentu saja berlawanan dengan cita-cita NKRI, terlebih lagi dalam kelompok yang melakukan aksi demonstrasi tersebut ada keterlibatan pihak asing. Hal ini mengindikasikan bahwa aksi tersebut tak murni atas kehendak mahasiswa Papua dan sarat dengan kepentingan asing.
WNA terlibat aksi demo dukung Papua merdeka (sumber: http://www.beritajatim.com)
Pihak asing yang merupakan warga negara Australia ini diketahui bernama Harman Ronda Amy (35). WNA ini diamankan bersama ratusan anggota AMP lainnya di sebuah Mess Mahasiswa Papua yang terletak di Jalan Kalasan Surabaya pada hari Minggu (2/12/2018) dinihari sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
WNA ini terlibat dalam aksi demo bersama AMP di kawasan Tugu Bambu, Surabaya. Peristiwa tersebut ternyata memancing respon dari beberapa Ormas yang merasa aksi demo yang menyuarakan dukungan kepada kemerdekaan Papua tersebut telah menjurus ke arah makar. Aparat 'bereaksi keras' dan setelah aksi usai, ratusan AMP dan WNA tersebut diamankan ke Markas Polrestabes Surabaya untuk selenjutnya dimintai keterangan.
Ilustrasi demo dukung Papua merdeka (sumber: https://www.republika.co.id)
Dasi hasil interogasi yang dilakukan aparat, diketahui bahwa WNA ini berstatus sebagai salah seorang mahasiswa jurusan Art Writing namun tak disebutkan secara detail mengenai kampusnya. WNA ini kemudian digadang menuju Imigrasi Tanjung Perak, Surabaya untuk diproses lebih lanjut dan tak menutup kemungkinan akan dideportasi.
Adanya keterlibatan pihak asing dalam aksi yang mendukung kemerdekaan Papua seharusnya membuat aparat lebih siaga dengan kemungkinan adanya campur tangan asing. Apalagi pihak asing tersebut adalah warga negara Australia yang notabene memiliki sejarah kelam dan pernah kepergok mengirimkan persenjataan kepada kelompok kriminal di Papua, kamu setuju?
Sumber:
www.antaranews.com/berita/773883/polisi-ungkap-wna-terlibat-aliansi-mahasiswa-papua
nasional.tempo.co/read/1151583/buntut-aksi-ulang-tahun-papua-500-mahasiswa-diperiksa-polisi/full&view=ok
www.beritajatim.com/peristiwa/345861/ikut_demo_dan_dukung_papua_merdeka,_warga_australia_diamankan.html
Koran Republika edisi 19 Okt 2011 halaman 24 (mirror.unpad.ac.id/koran/republika/republika_2011-10-19.pdf)

