Buntut pembunuhan massal belasan pekerja PT Istaka Karya yang dilakukan oleh kelompok separatis OPM pimpinan Egianus Kogoya pada Minggu (2/12/2018), TNI dan Polri pun bersinergi membentuk pasukan gabungan Nanggala untuk memburu para penjahat OPM.
facebook.com/KINGJEMSWESTLAND?
Para prajurit TNI maupun Polri diminta menumpas para perusuh yang ada di Kabupaten Nduga. Tidak ada lagi kompromi, mereka semua harus ditangkap tak peduli dalam keadaan hidup atau mati.
"Target kita, pelaku ini ditangkap hidup atau mati, terutama pimpinannya (Egianus Kogoya)," begitu ujar Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi seperti dikutip dari viva.co.id (8/12/2018).
Melihat keseriusan aparat baik TNI atau Polri yang mengirimkan banyak pasukan menuju ke Kabupaten Nduga, pihak OPM pun kian terdesak. Salah satu aktivisnya pun berupaya minta bantuan pada dunia internasional karena merasa pertempuran berjalan tidak adil dan militer Indonesia dianggapnya telah melanggar aturan perang.
facebook.com/KINGJEMSWESTLAND?
Melalui postingan facebook akun King Jems Westlan menggunakan bahasa Inggris menulis jika Papua Barat dalam keadaan darurat. Presiden RI Joko Widodo disebutnya telah memerintahkan TNI dan Polri untuk menempatkan pasukan di Jayapura, Timika dan Wamena. Mereka kemudian akan diberangkatkan untuk menumpas kelompok bersenjata di Nduga, Kecamatan Mugi dan Mbua.
"Saat ini militer terus dikirim dari Jakarta ke berbagai pertahanan militer di Papua. Pertanyaan kita ini tidak adil? Karena kekuatan militer dan peralatan tidak seimbang dengan lawan, karena OPM atau tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tahu aturan perang, dan kami hanya menggunakan panah tradisional dan senjata api terbatas. Militer Indonesia telah melanggar aturan perang dan hukum internasional," ujarnya seperti dikutip dari rakyatku.com (8/12/2018).
TNI
Propaganda yang dilancarkan OPM ini menggelikan. Mereka seolah melupakan penyerangan pada hari Minggu (2/12/2018) dimana pekerja trans Papua hanyalah warga sipil yang tak memiliki senjata. Ketika berbicara soal keadilan, tentu pembantaian itu sendiri sangat tidak seimbang. Seperti menuding wajah sendiri, sekarang mereka mengeluhkan pertempuran yang tidak adil?
Sumber:
news.rakyatku.com/read/130655/2018/12/08/-kami-hanya-pakai-panah-terdesak-tni-polri-kkb-minta-bantuan-internasional
viva.co.id/berita/nasional/1101475-buru-kelompok-separatis-papua-tni-tangkap-hidup-atau-mati


