Saat ini Papua merupakan salah satu daerah paling rawan di Indonesia. Terbukti sering kali aparat harus kontak senjata dengan KKB Papua Merdeka dan tak jarang mengakibatkan korban jiwa.

Latgab AS dan Australia Tahun 2017 (Sumber: gardanasional)
Salah satu yang harus diwaspadai pemerintah dalam kasus separatis Papua Merdeka adalah keterlibatan pihak asing yang memperkeruh suasana.
Keterlibatan asing di Papua bukanlah isapan jempol. Misalnya negara Vanuatu yang terang – terangan mendukung Papua Merdeka dan adanya WNA Polandia yang pernah tertangkap karena memasok artileri di sana (kompas.com, 30/8).

Mike Pence (Sumber: tagar)
Selain keterlibatan langsung kehadiran pihak luar juga berupa potensi ancaman. Seperti banyaknya penerbangan ilegal di langit Papua dan pengintaian lewat udara (viva.co.id, 17/7).
Dan potensi ancaman yang terbaru datang dari Amerika yang memperkuat ‘cengkeraman’ militernya dekat Papua. Wapres AS, Mike Pence (cnnindonesia, 19/11), mengumumkan kesepakatan kerjasama AS – Australia untuk membangun Pangkalan Militer di Papua Nugini.

Marinir Amerika (Sumber: republika)
Menurut pengamat militer Unpad, Muradi (cnnindonesia, 19/11) kesepakatan AS dan Australia tersebut bukanlah kabar baik, karena jika bukan merupakan musuh minimal merupakan kompetitor. Kehadiran Pangkalan itu menurutnya sama sekali bukan perteman.
Salah satu yang mendasari pendapat Muradi adalah karena dalam berbagai referensi pertahanan keamanan Australia, mereka menganggap kita sebagai ancaman.
Untuk itu Muradi mengusulkan (cnnindonesia, 19/11) Indonesia harus segera bertindak untuk mempercepat pembangunan Komando Strategis AD dan Marinir di Papua supaya ada efek gentar. Pembangunan pangkalan militer ini penting agar negara lain tidak semena – mena dengan kita.
Memang saat ini pangkalan Marinir AS dan Australia di Papua Nugini adalah salah satu ekses dari perang pengaruh dengan Tiongkok. Tetapi kita wajib antisipasi dan waspada. Jika suatu saat ada ketegangan dengan Indonesia khususnya berkaitan dengan Papua akan sangat membahayakan posisi kita...I].